- GMKI UNIKA SANTO THOMAS SUMATERA UTARA MEDAN - GMKI UNIKA SANTO THOMAS SUMATERA UTARA MEDAN - GMKI UNIKA SANTO THOMAS SUMATERA UTARA MEDAN - GMKI UNIKA SANTO THOMAS SUMATERA UTARA MEDAN -


NATAL GMKI UNIKA 2010

Syalooom,saudaraku........

Selamat datang di blog resmi GMKI komisariat Unika St.Thomas Sumatera Utara. Ut Omnes Unum Sint....

teriring salam dari PK 2010-2011...

Senin, 15 Februari 2010

Murid-murid Sang Kepala Gerakan Lebih Menderita Dibanding Kita

Syalom, saudara segerakan semua.....

Kehidupan Para Rasul
Apakah Anda tahu bahwa Rasul Yohanes ketika di Roma ia pernah digoreng
hidup-hidup di dalam minyak mendidih. Apakah ia takut menghadapi ini
semua? Tidak! Ternyata tidak satupun dari para rasul yang memilih untuk
hidup senang dan tentram dengan bersedia mengingkari dan tidak mengakui
Tuhan Yesus.

Sejarah tradisi gereja banyak sekali memberikan informasi mengenai
kehidupan sampai dengan bagaimana wafatnya para rasul. Satu penulis
sejarah yang bisa dipertanggung jawabkan tulisannya berdasarkan
bukti-bukti nyata ialah Eusebius. Ia menulis buku mengenai cara
meninggalnya para Rasul di tahun 325 yang berjudul: "Rasul dan murid
dari Juruselamat telah menyebarkan dan mengkotbahkan Injil ke seluruh
dunia". Tulisan dari Eusebius telah ditelusuri dan diselidiki ulang oleh
penulis sejarah gereja kondang Mr. Schumacher untuk membuktikan akan
kebenaran dari tulisan tersebut.


Matius
Meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang
di Etiopia.

Markus
Meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya
diseret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu
sampai ia menemukan ajalnya.

Lukas
Mati digantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana
kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.

Yohanes
Direbus atau lebih tepatnya digoreng di dalam bak minyak
mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih
jauh, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng
hidup-hidup ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan
diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara disana.
Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa
menulis Kitab Wahyu. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali dan
menjadi Uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yang bisa
mencapai usia lanjut dan bisa meninggal dunia dengan tenang.

Petrus
Telah disalib dengan kepala di bawah. Kayu salib untuk
Petrus dipasangnya berbeda, ialah secara huruf X, karena itulah
permohonan yang ia ajukan sebelum ia disalib, dimana ia memohon untuk
disalib dengan cara demikian. Ia merasa tidak layak untuk mati dan
disalib seperti Tuhan Yesus.

Yakobus
Saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di
Yerusalem, dilempar ke bawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat
yang sama dimana si setan dahulu membawa Tuhan Yesus untuk digoda. Ia
meninggal dunia setelah dilempar dari tempat tinggi tersebut.

Yakobus anak Zebedeus
Seorang nelayan dan ia adalah murid
pertama yang dipanggil untuk ikut Tuhan Yesus, ia dipenggal kepalanya di
Yerusalem. Pada saat-saat ia disiksapun, ia tidak pernah menyangkal
Tuhan Yesus, bahkan ia berusaha untuk berkhotbah terus, bukan hanya
kepada para tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yang menghukum dan
menyiksa dia dengan kejamnya. Sehingga akhirnya orang Romawi yang
menjadi penjaga dan penyiksa dia, bisa turut bertobat. Penjaga Romawi
itu mendampingi Yakobus pada saat ia dihukum penggal, bukannya sekedar
hanya untuk turut menyaksikannya saja, melainkan juga untuk turut
dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani
hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu
adalah doanya yang terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus
sebagai orang Kristen.

Bartolomeus
Lebih dikenal sebagai natanael ia menjadi
misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia
meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman pukulan cambuk
yang sedemikian kejamnya sehingga semua kulitnya menjadi hancur terlepas
kebeset.

Andreas
Juga disalib seperti Petrus dengan cara X di Yunani.
Sebelum ia meninggal, ia disiksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara
dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa
sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yang turut
menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah diucapkan
oleh Andreas sebelum ia meninggal dunia: "Ternyata keinginan dan
cita-cita saya bisa terkabul dimana saya bisa turut merasakan "happy
hours" dengan disiksa dan disalib seperti Tuhan Yesus." Bahkan pada saat
ia disiksa pun tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus, ia berkotbah
terus dua hari sebelum ajalnya tiba. Berkotbah sambil dihukum cambuk."

Rasul Thomas
Mati ditusuk oleh tombak di India.

Yudas
Saudaranya dari Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah,
karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Tuhan Yesus.

Matias
Rasul pengganti dari Yudas Iscariot mati dihukum rajam
dan akhirnya dipenggal kepalanya.

Rasul Paulus
Disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya dipenggal
kepalanya oleh Kaiser Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah
rasul yang paling lama mengalami masa siksaan dipenjara. Kebanyakan
surat-surat dari Rasul Paulus dibuat dan dikirim dari pernjara.

Disamping kisah para rasul yang ditulis oleh ahli sejarah
Eusebius, ia juga menceritakan tentang seorang penginjil yang matanya
dibakar sampai buta dengan catatan bahwa kalau ia buta, maka ia tidak
akan bisa membaca Alkitab lagi dengan mana ia tidak akan bisa
mengabarkan Injil lagi. Tetapi kenyataannya ia tetap mengambarkan Injil
berdasarkan ayat-ayat yang telah dipelajari dan diingat sebelumnya.


"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan". Roma 12:11

(Dikumpulkan dari Berbagai Sumber)

UT OMNES UNUM SINT
Tim RedWariat 2009

Minggu, 07 Februari 2010

Social X-Mas Celebration [Panti Asuhan ELIDA]


Syalom....

"Ku kirim kau bekerja tak diupah... tak di kenal... tak di kenang orang... menderita karena manusia... ku kirim kau, bekerja bagi-Ku...."

Sepenggal lagu yang tak asing lagi bagi kader-kader GMKI ini sekali lagi telah berhasil menguatkan jiwa melayani bagi para Pengurus Komisariat GMKI Unika Santo Thomas SU Medan. Tergerak untuk berbagi sukacita Natal bersama saudara seiman yang kurang beruntung, mereka telah merancangkan program kerja Natal Bersama pada Sidang Pleno PK yang pertama lalu. Dengan kerja keras dan sepenuh hati untuk melayani, akhirnya kegiatan ini terealisasi pada bulan Desember yang lalu, tepatnya pada 16 Desember 2009. Panti Asuhan Elida-lah yang terpilih menjadi tempat kegiatan ini dilaksanakan. Menurut pengakuan Pengurus Komisariat, mereka memilih Panti Asuhan Elida dikarenakan beberapa aspek yang mendukung. Selain lokasinya yang terhitung dekat dengan base-camp Unika, mereka juga menganggap bahwa panti ini sangat layak mendapat bantuan. Berdasarkan survei, panti ini masih membutuhkan banyak uluran tangan dari kita. Kondisi bangunannya pun masih di bilang kurang terawat, dan anak-anak yatim piatu disana masih banyak sekali yang masih di bawah umur, yang notabene perlu bimbingan psikologis, salah satunya dengan memberi keceriaan, perhatian dan bentuk-bentuk kesukacitaan lainnya.

Dalam kegiatan ini, Pengurus Komisariat merancang acara yang sengaja di buat sesederhana mungkin namun harus berkesan bagi adik-adik di Panti Asuhan Elida. Acara dimulai dengan kebaktian PA dengan pembicara andalan para PK yaitu Kakanda Ana Girsang [Mantan Sekretaris Komisariat]. Sebelum Kakanda Ana memulai materi PA-nya, beliau memulai dengan mengajarkan du buah lagu baru buat anak-anak panti. Salah satunya adalah lagu dengan judul "Yesus Sahabatku". Banyak yang tak kuasa terharu mendengar alunan syairnya yang di nyanyikan adik-adik kita disana.

"Yesus Sahabatku... Kau mati bagiku....
Besarlah kasihMu... Sahabat dan Tuhanku....

Sampai ku besar nanti...
Sampai di surga nanti...
Ku 'kan ingat selalu...
Yesus sahabat dan Tuhanku...."

Lagu yang bila kita dengar dari adik-adik polos nan lugu akan mengharukan sekali. [Saluutt buat kak Ana yang berhasil membawakan makna berharga dalam lagu itu]. Setelah itu Senior kita tercinta ini kembali memberi kejutan yang membekas bagi semua yang ada di tempat itu. Beliau membagakan sebuah game alkitab. Beliau mengajarkan menghafal sebuah ayat alkitab dengan sebuah rentetan gerakan. Hal ini sangat menarik bagi adik-adik panti asuhan bahkan seluruh civitas GMKI Unika St.Thomas yang hadir pun sangat antusias melakukannya. Pasti sampai sekarang para civitas mengingat sebuah ayat tersebut, yang di ambil dari 1 Korintus 15: 3b-4. Tak lupa juga Kak Ana Girsang memberikan dua buah hadiah kepada seorang anak laki-laki dan perempuan dari panti yang berhasil memperaktekkan gerakan ayat alkitab tersebut.


Kegiatan PA bersama ini berakhir dengan menyenagkan dan adik-adik panti asuhan sangat tampak bersukacita dan antusias mengikutinya. Dan terbukti bahwa mereka sangat dididik secara Kristen di sana. Terbukti dari setiap ayat Alkitab yang akan dibacakan oleh pembicara telah lebih dahulu dihafal oleh adik-adik kita yang lucu ini.

Setelah PA bersama ini selesai, mereka dibagikan makanan seadanya yang telah disediakan Pengurus Komisariat. Sembari menikmati makanan kecilnya, adik-adik panti ada yang menyumbangkan lagunya, dan tarian yang sangat lucu. Spontan suasana pun menjadi sangat ramai dan meriah dengan turunnya seluruh civitas yang hadir ke tengah-tengah panggung. Alangkah leganya hati jika melihat masih ada sukacita Natal di tengah-tangah mereka seperti itu.

Sebagai acara penutup, seluruh Pengurus Komisariat berbagi kado Natal kepada adik-adik panti asuhan. Sambil bersalam-salaman, seluruh civitas pun ikut memberi motivasi kepada mereka adik-adik Panti Asuha Elida. Sekali lagi ada rasa terharu sekaligus bangga pada diri masing-masing civitas yang kali ini telah berhasil berbagi sukacita Natal pada mereka anak-anak Tuhan yang ada di Panti Asuhan Elida tersebut.





"Tuhan, biarlah sukacita itu bukan sukacita sesaat bagi mereka.... Engkaulah yang slalu menyertai jalan hidup mereka, ya Tuhan.... biarlah kesukacitaan itu slalu ada di stiap langkah mereka, di setiap hari-hari indah mereka, Tuhan... Amin..."




UT OMNES UNUM SINT
Tim RedWariat 2009

Senin, 11 Januari 2010

Sehari Bersama di Belawan


Syalom,

Izinkanlah kami sebelumnya dari tim redaksi Warta Komisariat mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2009 dan Tahun Baru 1 Januari 2010 kepada segenap civitas GMKI komisariat Unika St. Thomas SU Medan...
Dalam kesempatan ini kami ingin mewartakan salah satu kegiatan komisariat yang baru saja terlaksana. Pada tanggal 9 Januari 2010 yang lalu, GMKI komisariat Unika St. Thomas SU Medan mengadakan kegiatan kebersamaan meuju daerah Belawan. Kegiatan ini pada awalnya merupakan hanya kunjungan tahun baru ke kediaman orang tua dari Ketua Komisariat kita, Summerson, namun seiring berjalannya waktu ternyata banyak kegiatan-kegiatan menarik lainnya yang tanpa direncanakan terlaksana.

Seperti biasa, para anggota komisariat berkumpul d titik kumpul biasa kita, yaitu yang biasa kita sebut UD.Toma - Simpang Unika. Pada pukul 11.30 seluruh anggota yang telah berkumpul berangkat bersama ke Belawan dengan menaiki mobil yang di sediakan salah seorang kakanda kita yang baik hati, Bang Vicktor. Sesampainya di rumah Sdr. Summerson, seluruh anggota yang hadir sangat disambut dengan ramah oleh keluarga di rumah tersebut. Bahkan tanpa di sangka-sangka, mereka telah menyiapkan jamuan makan siang untuk yang hadir tersebut.

Setelah kira-kira 2 jam di rumah keluarga Summerson, rombongan komisariat mengelilingi kota Belawan. Dalam perjalanan, terdapat sebuah titik kemacetan, ternyata kemacetan tersebut dikarenakan adanya kebocoran sebuah kilang solar yang terdapat di Belawan tersebut.
Warga sekitar kilang pun berbondong-bondong datang untuk mengambil "solar gratis" tersebut.

Sampai akhirnya beberapa menit kemudian sampailah rombongan di sebuah daeran pantai di Belawan tersebut. Sesampainya disana ternyata Kakanda Vicktor dan Pengurus Komisariat telah merencanakan sesuatu kejutan buat salah seorang anggota yg baru berulang tahun pada tanggal 8 Januari 2010 yaitu Lusiana Sinaga.

Saat itu Sekretaris [Hendra] dan Ketua [Summerson] menceburkan Lusiana yang berulang tahun ke dalam air laut. Dan langsung saja seluruh anggota yang hadir menyanyikan lagu Slamat Ulang Tahun kepadanya.

perjalanan selanjutnya seluruh anggota yang ikut bersama Pengurus Komisariat diajak oleh Bang Vicktor untuk unjuk gigi berorasi di pinggir laut. Dimulai dari Pengurus Komisariat dan beberapa anggota satu persatu berorasi di pinggir Samudera Pasifik tersebut. Ada yang mengangkat keadaan bangsa sampai ada juga yang menghimbau pada para nelayan yang sedang berlayar disitu agar tetap menjaga kelestarian alam bahari Indonesia.



Franklin Bakkara




Sangkot Tambunan




Hendra Naibaho


Summerson Giawa


Pada pukul 18.00 akhirnya seluruh rombongan ini meninggalkan pelabuhan pantai tersebut dan bertolak kembali menuju Medan.

Kiranya seluruh kebersamaan ini akan slalu terpelihara di GMKI komisariat Unika St.Thomas SU Medan.

tinggi iman..tinggi ilmu...tinggi pengabdian.....

UT OMNES UNUM SINT
Tim RedWariat 2009

Sabtu, 07 November 2009

Pelantikan Badan Pengurus Cabang GMKI Medan m.b . 2009-2011

Syalom,


Pada tanggal 6 November 2009 yang lalu suatu kabar sukacita kita dengar dari GMKI Cabang Medan yang kita cintai. Ketua Cabang dan Sekretaris Cabang Medan yang baru beserta seluruh jajaran kepengurusan GMKI Cabang Medan telah dilantik untuk melayani dua tahun kedepan. Acara pelantikan tersebut diadakan di rumah kita bersama, PKM kita tercinta yang berada di Jl. Iskandar Muda Medan. Pelantikan dibuka dengan Kebaktian yang dibawakan oleh Panitia Konferensi Cabang 2009 yang lalu.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum GMKI [Mambe Rob] beserta beberapa pengurus pusat lainnya, Pemerintah Daerah Sumut, BPC m.b. 2007-2009, Pengurus Komisariat Sejajaran, Senior Friends/Members, Pengurus dari beberapa organisasi pemuda kelompok Cipayung [PMKRI, PMII, GMNI], dan juga banyak simpatisan GMKI yang hadir. Dalam kebaktian tersebut beberapa komisariat menyumbangkan lagu-lagu pujian, salah satunya adalah komisariat kita yang tercinta ini. Setelah itu juga ada dari komisariat FKM-USU dan FISIP-USU.

Setelah acara kebaktian selesai, acara selanjutnya adalah upacara nasional dan organisasi. setelah itu barulah acara puncaknya [pelantikan] dimulai. Diawalai dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Pusat tentang Pengangkatan BPC m.b. 2009-2011 oleh Koordinator Wilayah I [Pasonly Siburian]. Suatu kebanggaan bagi komisariat kita, karena tiga orang dari struktur BPC yang baru adalah dari Komisariat Unika St.Thomas SU Medan yang kita cintai ini. Sdr. Renhard Manik dilantik sebagai Sekretaris Cabang, Sdr. Andi Rudi Banjarnahor dilantik sebagai Wakil Bendahara, dan Sdr. Sudarto Hutauruk dilantik sebagai Departemen Komunikasi.

Dalam proses pelantikan tersebut ada dua interupsi yang dilakukan para komisariat sejajaran. Interupsi pertama datang dari salah satu anggota GMKI komisariat UHN. Tejadi saat Koordinator Wilayah I membacakan SK Pelantikan BPC baru. Namun interupsi tersebut sama sekali tidah ditanggapi Pengurus Pusat. Bahkan Ketua Umum yang sedang duduk di barisan paling depan sama sekali tidak memalingkan wajahnya kearah belakang tempat orang yang menginterupsi tersebut. Akhirnya akibat tidak digubrisnya iterupsi tersebut, orang yang bersangkutan melakukan aksi walk-out dari aula PKM tempat pelantikan berlangsung. Interupsi kedua datang dari Pengurus Komisariat FE-USU yang mempertanyakan tentang pengangkatan Badan Pemeriksa Keuangan BPC. Namun dapat dijawab karena sebenarnya pengangkatan itu sudah langsung diadakan saat Konferensi Cabang yang lalu.

Acara Pelantikan diakiri dengan kata-kata sambutan dari BPC m.b.2007-2009, Perwakilan PK Sejajaran, Senior, Perwakilan kelompok Cipayung, dan tokoh pemuda Medan.


UT OMNES UNUM SINT
Tim RedWariat 2009

Jumat, 06 November 2009

PEMILU RAYA Universitas Katolik Santo Thomas SU Medan 2009

Syalom...

Pada tanggal 30 Oktober 2009 yang lalu, UNIKA St.Thomas SU Medan telah menjalani pesta demokrasi di tingkatan fakultas. Pemilu raya ini berlangsung sejak pukul 8.00 sampai proses penghitungan suara pukul 18.00

Beberapa kader dari GMKI Unika Santo Thomas SU Medan mencalonkan diri di berbagai posisi dalam kepemerintahan mahasiswa tersebut,antara lain :
  1. Roy Chardo Sitanggang [calon ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi S1]
  2. Domi Saragih [calon wakil Gubernur Fak.Ekonomi]
  3. Franklin Bakkara [calon Gubernur Fak.Hukum]
  4. Amincan [calon ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Agro -Pertanian]
Dan dari hasil penghitungan suara, beberapa dari kader-kader GMKI tersebut berhasil memperoleh suara terbanyak. Sdr. Franklin terpilih menjadi Gubernur Fakultas Hukum, dan Sdr. Amincan terpilih menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Agro - Pertanian. Sementara teman-teman dari Fak.Ekonomi belum berhasil menduduki jabatan tersebut.

Dari hasil tanya jawab kami dengan Togar Sinaga [Wasek ORKOM yang juga sebagai koordinator tim sukses] , beliau mengatakan bahwa memang itu salah satu kelemahan dari PK yang berada di Fak.Ekonomi yang notabene adalah juga mahasiswa yang terhitung baru [stambuk 2008]. "Kami sudah merusaha semaksimal mungkin menghimpun dan meyakinkan teman-teman untuk memilih kader-kader kita, tapi mau di bilang apalagi, dari stambuk kami [stambuk 2008-red] sudah dapat kami pegang, tapi bagaimana dengan stambuk senioran kami..?", ujarnya ketika ditanyai Tim RedWariat.

"Buat teman-teman yang berhasil mendapat suara terbanyak di Fakultas Hukum dan Pertanian, kami dari PK mengucapkan selamat melayani. Ingat kampus juga medan pelayanan kita. Tugasmu berat di Unika saat teman-teman tidak berserah kepada Dia, Sang Empunya Gerakan....", ujar Hendra Naibaho, Sekretaris Komisariat



UT OMNES UNUM SINT
Tim RedWariat 2009

Kamis, 05 November 2009

Ingin sehat? Melayanilah!

Tidak melakukan apa-apa untuk orang lain itu sama dengan tidak melakukan apa-apa untuk diri sendiri. Kita harus berusaha berbuat baik dan bermurah hati, sebab kalai tidak demikian kita akan kehilangan bagian terbaik dari eksistensi. Jika seseorang keluar dari tempatnya untuk berbuat sesuatu bagi orang lain, maka hatinya akan berbunga-bunga dan penuh dengan sukacita. Ini adalah rahasia terbesar dari kehidupan batiniah. Kita melakukan hal terbaik bagi diri kita sendiri dengan melakukan sesuatu untuk orang lain. - Horace Mann, pendidik abad sembilan belas.
Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Universitas Michigan, beberapa ribu orang diamati selama lebih dari satu dekade untuk melihat bagaimana hubungan sosial mereka mempengaruhi kesehatan mereka. Ternyata, tingkat harapan hidup orang-orang yang secara teratur melakukan pekerjaan sukarela meningkat dramatis. Sebaliknya, selama periode penelitian, orang-orang yang tidak terlibat dalam kegiatan pelayanan semacam itu ternyata dua setengah kali menderita sakit-penyakit lebih banyak daripada mereka yang menjadi relawan setidaknya seminggu sekali.

Ternyata, ketika Anda menolong orang lain, Anda juga menolong diri Anda sendiri. Apapun pelayanannya - apakah yang mulia dan penuh pengorbanan, ataupun yang kecil dan sederhana - ketika Anda menolong orang lain saat mereka membutuhkannya, Allah menolong Anda saat Anda membutuhkannya.

Akan tetapi, orang-orang yang kelebihan beban, sangat tidak berminat dalam melayani. Sebaliknya, mereka terperangkap dalam memperjuangkan hidup mereka. Baru-baru ini ada satu artikel yang dipampang di bagian muka surat kabar, yang menggembar-gemborkan manfaat menjadi sukarelawan, judul headline-nya adalah: "Terlalu banyak bekerja, terlalu banyak stress, siapa yang punya waktu untuk menjadi sukarelawan?"

Sepuluh tahun yang lalu, angin kencang yang berkecepatan 176 km/jam menghantam wilayah kami, meratakan pohon-pohon, tiang-tiang listrik, dan bangunan-bangunan, serta menyebabkan kerugian sekitar US$ 60 juta. Selama berhari-hari, orang-orang dari beberapa Negara bagian di bagian timur berdatangan ke kota kami. Mereka adalah relawan dari Mennonite Disaster Service. Beberapa di antara mereka tinggal kira-kira sebulan lamanya, menempati asrama-asrama universitars yang sedang kosong di musim panas. Sebagian besar dari mereka terlibat dalam pembangunan kembali kandang-kandang hewan. Saya tidak ingat apa yang saya lakukan dalam beberapa minggu berikutnya setelah badai itu berlalu, tetapi saya tak pernah lupa apa yang mereka lakukan. Mereka melayani. Setiap kali saya berpikir tentang bencana alam, lantas saya berpikir mengenai apa yang telah mereka berikan.

Baru-baru ini saya mendengar tentang seorang pria, yang ketika berkendara di jalan tol, selalu membayar ongkos tol tidak hanya untuk dirinya saja, tetapi juga untuk mobil yang berada di belakangnya juga. Dengan berbuat begitu, paling tidak ia memasukkan deposit dalam tiga rekening bank emosi: rekening milik dirinya sendiri, milik sang kasir, dan pengendara yang berada di belakang mobilnya.

Isteri saya, Linda, selalu cepat tanggap dalam menemukan cara melayani orang lain. Baru-baru ini ia mampir di sebuah toko kecil untuk membeli es krim. Di meja pembayaran, ia mengatakan bahwa es krim itu dibelinya untuk dimakan dengan cherry pie. "Wah, kedengarannya enak!" kasir yang masih muda itu menanggapinya. Lima belas menit kemudian, Linda membawakannya sepotong besar cherry pie yang masih hangat. Malam itu, sendirian di toko, ia diberi makanan bergizi melalui pelayanan seseorang. Satu hal yang sederhana; gagasan yang cemerlang. Dan pemberian terus berlanjut...

R/ Anda bisa melayani teman-teman atau orang-orang yang tak Anda kenal. Anda bisa melayani secara anonim, bisa juga yang terlihat orang. Anda bisa melayani dalam proyek kecil, bisa juga proyek yang besar. Anda bisa melayani di rumah Anda atau di bagian lain di dunia ini. Namun, bila Anda ingin sehat, cobalah melayani.



Sumber: A Minute of Margin. Richard A. Swenson, M.D. Visi Pressindo



UT OMNES UNUM SINT
Tim RedWariat 2009

Belajar dari Jamur

Manusia sering mengidentifikasikan jamur sebagai sebuah parasit yang tak lebih dari pengganggu, mengambil makanan dari pihak lain. Apakah terkadang manusia tak berpikir dan tak merenungi serta tak menyadari bahwa dia juga sering bertindak sebagai jamur? Ya, pada Tuhan…
Yang manusia lakukan hanyalah meminta, meminta, dan meminta, hanya mengejar berkat-Nya saja, bukan berlandaskan pada hubungan intim dengan Sang Pemberi Berkat itu sendiri. Sungguh ironis. Padahal sebenarnya apabila kita menjalin hubungan intim dengan Sang Pemberi Berkat itu, berkat yang tercurah untuk kita akan lebih luar biasa. Semua kebutuhan kita tercukupi. Sebagaimana Yesus sendiri telah bersabda dalam Matius 6 : 33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Entah percaya atau tidak, firman itu telah digenapi bagi manusia yang mencari-cari dan berharap pada Tuhan lebih dari apapun. Apakah pernah seseorang yang dekat dengan Tuhan mengalami kekurangan? Apakah pernah seseorang yang dekat dengan Tuhan mengemis dan meminta-minta? Segala kebutuhan terpenuhi, tapi di sini yang ditekankan bukanlah pada materi yang didapat, tetapi pada hubungan intim antara pribadi dengan Tuhan. Kalaupun toh mendapatkan materi, itu hanyalah bersifat tambahan (additional) dan semua merupakan kebaikan dan kemurahan hati-Nya, bukan karena kekuatan dan kehebatan kita. Setidaknya dengan menjalin hubungan yang intim dengan Tuhan, kita mendapatkan damai sejahtera di dalam hati. Damai sejahtera itu tak bisa terbayar dengan materi apapun di dunia ini sebab segala yang ada di dunia ini bersifat fana, tidak akan dibawa mati.
Sesudah mendapatkan ketenangan dan kedamaian, baik kebutuhan secara roh maupun daging terpenuhi, manusia juga terkadang lupa diri. Manusia tetap harus berjaga-jaga agar tidak mudah jatuh ke dalam pencobaan.
Baca 1 Tesalonika 5 : 1 – 11.
Salam Damai Kristus…
Tuhan memberkati.


UT OMNES UNUM SINT
Tim RedWariat 2009