- GMKI UNIKA SANTO THOMAS SUMATERA UTARA MEDAN - GMKI UNIKA SANTO THOMAS SUMATERA UTARA MEDAN - GMKI UNIKA SANTO THOMAS SUMATERA UTARA MEDAN - GMKI UNIKA SANTO THOMAS SUMATERA UTARA MEDAN -


NATAL GMKI UNIKA 2010

Syalooom,saudaraku........

Selamat datang di blog resmi GMKI komisariat Unika St.Thomas Sumatera Utara. Ut Omnes Unum Sint....

teriring salam dari PK 2010-2011...

Senin, 22 Februari 2010

Info Kesekretariatan (Februari-Maret 2010)

syalom,
Bersamaan dengan porting blog ini, kami ingin memberitakan beberapa info kesekretariatan untuk bulan Februari - Maret 2010.

-Berita dukacita datang dari Fakultas Ekonomi UNIKA. Berpulang ke rumah Bapa, Bapak E.H.Silitonga. Beliau adalah ketua jurusan manajemen S1 di FE-UNIKA. Diberitakan beliau meninggal dikarenakan pecahnya pembuluh darah di otak. "Kiranya beliau tenang di pangkuan Sang Bapa di sorga"

-Berita sukacita, datang dari mantan bendahara komisariat kita masa bakti 2005-2006, kakanda RISMAYANI SUMBAYAK (Riris). Tanggal 20 Februari 2010 beberapa utusan komisariat menghadiri pernikahan kakanda Riris di desa Bangun Raya. "Kiranya slalau disertai terang kasihNya dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang baru...."

-baju GMKI komisariat UNIKA telah diluncurkan oleh PK GMKI UNIKA 2009-2010.

Demikianlah beberapa info kesekretariatan ini kami sampaikan.

(info kesekretariatan ini akan segera di up-date jika ada tambahan)

UT OMNES UNUM SINT

Selasa, 16 Februari 2010

Mengapa Hanya 12 RasulNya?

Syalom....

Kembali mengangkat kisah tentang SangKepala Gerakan dan rasul-rasulNya.....
Pertanyaan yang mungkin pernah terlintas di benak kita, mengapa Yesus hanya memilih 12 orang pengikutNya sebagai murid-muridNya [para rasul] dari beribu-ribu pengikutNya saat itu.
Berikut adalah beberapa alasan atas pertanyaan tersebut. [dikutip dari berbagai sumber]

  1. Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru merupakan pemenuhan Perjanjian Lama, sehingga yang dilakukan oleh Yesus juga memiliki kaitan dengan yang terjadi pada Perjanjian Lama. Keduabelas rasul Yesus melambangkan keduabelas suku Israel, yaitu bangsa pertama yang dipilih Allah untuk menerima janji keselamatan. Keduabelas rasul inilah yang dipilih Yesus, yang diberi tugas untuk menjadi penjala manusia (Mrk 1:17), dan yang pada akhirnya, diberi hak untuk menghakimikeduabelas suku Israel (Luk 22: 29-30).
  2. Allah menyatakan rencana keselamatan manusia dengan menggunakan prinsip “Pengantaraan/ Mediation. Setelah manusia pertama Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, dan karenanya diusir dari Firdaus, maka setelah itu Allah tak henti-hentinya memberikan pertolongan kepada manusia secara bertahap dalam sejarah manusia. Tujuan Allah adalah untuk membentuk sebuah bangsa pilihan yang akan mengenal-Nya dan menyembah-Nya dalam kekudusan. Dimulai dari penciptaan manusia pertama, yaitu suami istri (Adam dan Hawa), Allah kemudian membuat perjanjian dengan keluarga (keluarga Nabi Nuh, keluarga Abraham), kemudian membentuk suku bangsa (dari 12 anak- anak Yakub/ Israel yang menjadi Patriarkh dari keduabelas suku Israel) sampai kepada bangsa (yaitu bangsa Israel pada zaman Nabi Musa). Dan di tengah-tengah ketidaksetiaan bangsa Israel, Allah tetap setia kepada janji keselamatan-Nya, sampai Ia mengutus Putera-Nya yang lahir sebagai putera bangsa pilihan tersebut, dalam garis keturunan Raja Daud (2 Sam 7: 12-16). Janji keselamatan yang pada awalnya disampaikan kepada bangsa Israel ini, kemudian disampaikan kepada seluruh bangsa. “Semua raja akan sujud menyembah kepadanya [Mesias], dan segala bangsa menjadi hambanya.” (Mzm 72: 11). Hal ini juga nyata pada penyebaran jemaat Kristen pertama, yang mulai dari Yerusalem, seluruh Yudea, Samaria sampai ke ujung bumi (Kis 1:8), sesuai dengan pesan Yesus sendiri sebelum kenaikan-Nya ke surga untuk menyampaikan Kabar Gembira kepada seluruh bangsa (Mat 28:19-20). Rasul Paulus berkali-kali menyampaikan rencana keselamatan Allah ini yang dimulai dengan bangsa Yahudi, namun yang kemudian ditujukan pada bangsa-bangsa lain/ ‘the Gentiles‘ (diterjemahkan dalam Alkitab Indonesia sebagai bangsa Yunani, lihat Rom 1:16, 2:9; 2:10).Maka bangsa Israel/ Yahudi yang dipimpin oleh Nabi Musa pada Perjanjian Lama menjadi gambaran akan Gereja yang didirikan oleh Kristus pada Perjanjian Baru. Gereja sebagai bangsa baru pilihan Allah (the New People of God) ini terdiri dari bangsa Yahudi maupun bangsa-bangsa lain yang dipersatukan oleh Pembaptisan. Hal ini dijelaskan dalam Lumen Gentium 9 (bab II), Vatikan II, Konstitusi Dogmatik tentang Gereja. Di sinilah kita melihat peran “pengantara” untuk menyampaikan rencana keselamatan Allah itu, mulai dari para nabi yang menunjuk pada Kristus, Kristus sendiri (sebagai Pengantara yang esa -1 Tim 2:5), kemudian peran pengantara ini dilanjutkankan oleh para rasul dan para penerus mereka untuk melanjutkan karya penyelamatan Kristus di dunia, yang nyata terlihat dalam Gereja Katolik sampai sekarang.



UT OMNES UNUM SINT
Tim RedWariat 2009

Senin, 15 Februari 2010

Murid-murid Sang Kepala Gerakan Lebih Menderita Dibanding Kita

Syalom, saudara segerakan semua.....

Kehidupan Para Rasul
Apakah Anda tahu bahwa Rasul Yohanes ketika di Roma ia pernah digoreng
hidup-hidup di dalam minyak mendidih. Apakah ia takut menghadapi ini
semua? Tidak! Ternyata tidak satupun dari para rasul yang memilih untuk
hidup senang dan tentram dengan bersedia mengingkari dan tidak mengakui
Tuhan Yesus.

Sejarah tradisi gereja banyak sekali memberikan informasi mengenai
kehidupan sampai dengan bagaimana wafatnya para rasul. Satu penulis
sejarah yang bisa dipertanggung jawabkan tulisannya berdasarkan
bukti-bukti nyata ialah Eusebius. Ia menulis buku mengenai cara
meninggalnya para Rasul di tahun 325 yang berjudul: "Rasul dan murid
dari Juruselamat telah menyebarkan dan mengkotbahkan Injil ke seluruh
dunia". Tulisan dari Eusebius telah ditelusuri dan diselidiki ulang oleh
penulis sejarah gereja kondang Mr. Schumacher untuk membuktikan akan
kebenaran dari tulisan tersebut.


Matius
Meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang
di Etiopia.

Markus
Meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya
diseret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu
sampai ia menemukan ajalnya.

Lukas
Mati digantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana
kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.

Yohanes
Direbus atau lebih tepatnya digoreng di dalam bak minyak
mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih
jauh, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng
hidup-hidup ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan
diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara disana.
Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa
menulis Kitab Wahyu. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali dan
menjadi Uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yang bisa
mencapai usia lanjut dan bisa meninggal dunia dengan tenang.

Petrus
Telah disalib dengan kepala di bawah. Kayu salib untuk
Petrus dipasangnya berbeda, ialah secara huruf X, karena itulah
permohonan yang ia ajukan sebelum ia disalib, dimana ia memohon untuk
disalib dengan cara demikian. Ia merasa tidak layak untuk mati dan
disalib seperti Tuhan Yesus.

Yakobus
Saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di
Yerusalem, dilempar ke bawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat
yang sama dimana si setan dahulu membawa Tuhan Yesus untuk digoda. Ia
meninggal dunia setelah dilempar dari tempat tinggi tersebut.

Yakobus anak Zebedeus
Seorang nelayan dan ia adalah murid
pertama yang dipanggil untuk ikut Tuhan Yesus, ia dipenggal kepalanya di
Yerusalem. Pada saat-saat ia disiksapun, ia tidak pernah menyangkal
Tuhan Yesus, bahkan ia berusaha untuk berkhotbah terus, bukan hanya
kepada para tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yang menghukum dan
menyiksa dia dengan kejamnya. Sehingga akhirnya orang Romawi yang
menjadi penjaga dan penyiksa dia, bisa turut bertobat. Penjaga Romawi
itu mendampingi Yakobus pada saat ia dihukum penggal, bukannya sekedar
hanya untuk turut menyaksikannya saja, melainkan juga untuk turut
dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani
hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu
adalah doanya yang terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus
sebagai orang Kristen.

Bartolomeus
Lebih dikenal sebagai natanael ia menjadi
misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia
meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman pukulan cambuk
yang sedemikian kejamnya sehingga semua kulitnya menjadi hancur terlepas
kebeset.

Andreas
Juga disalib seperti Petrus dengan cara X di Yunani.
Sebelum ia meninggal, ia disiksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara
dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa
sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yang turut
menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah diucapkan
oleh Andreas sebelum ia meninggal dunia: "Ternyata keinginan dan
cita-cita saya bisa terkabul dimana saya bisa turut merasakan "happy
hours" dengan disiksa dan disalib seperti Tuhan Yesus." Bahkan pada saat
ia disiksa pun tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus, ia berkotbah
terus dua hari sebelum ajalnya tiba. Berkotbah sambil dihukum cambuk."

Rasul Thomas
Mati ditusuk oleh tombak di India.

Yudas
Saudaranya dari Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah,
karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Tuhan Yesus.

Matias
Rasul pengganti dari Yudas Iscariot mati dihukum rajam
dan akhirnya dipenggal kepalanya.

Rasul Paulus
Disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya dipenggal
kepalanya oleh Kaiser Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah
rasul yang paling lama mengalami masa siksaan dipenjara. Kebanyakan
surat-surat dari Rasul Paulus dibuat dan dikirim dari pernjara.

Disamping kisah para rasul yang ditulis oleh ahli sejarah
Eusebius, ia juga menceritakan tentang seorang penginjil yang matanya
dibakar sampai buta dengan catatan bahwa kalau ia buta, maka ia tidak
akan bisa membaca Alkitab lagi dengan mana ia tidak akan bisa
mengabarkan Injil lagi. Tetapi kenyataannya ia tetap mengambarkan Injil
berdasarkan ayat-ayat yang telah dipelajari dan diingat sebelumnya.


"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan". Roma 12:11

(Dikumpulkan dari Berbagai Sumber)

UT OMNES UNUM SINT
Tim RedWariat 2009

Minggu, 07 Februari 2010

Social X-Mas Celebration [Panti Asuhan ELIDA]


Syalom....

"Ku kirim kau bekerja tak diupah... tak di kenal... tak di kenang orang... menderita karena manusia... ku kirim kau, bekerja bagi-Ku...."

Sepenggal lagu yang tak asing lagi bagi kader-kader GMKI ini sekali lagi telah berhasil menguatkan jiwa melayani bagi para Pengurus Komisariat GMKI Unika Santo Thomas SU Medan. Tergerak untuk berbagi sukacita Natal bersama saudara seiman yang kurang beruntung, mereka telah merancangkan program kerja Natal Bersama pada Sidang Pleno PK yang pertama lalu. Dengan kerja keras dan sepenuh hati untuk melayani, akhirnya kegiatan ini terealisasi pada bulan Desember yang lalu, tepatnya pada 16 Desember 2009. Panti Asuhan Elida-lah yang terpilih menjadi tempat kegiatan ini dilaksanakan. Menurut pengakuan Pengurus Komisariat, mereka memilih Panti Asuhan Elida dikarenakan beberapa aspek yang mendukung. Selain lokasinya yang terhitung dekat dengan base-camp Unika, mereka juga menganggap bahwa panti ini sangat layak mendapat bantuan. Berdasarkan survei, panti ini masih membutuhkan banyak uluran tangan dari kita. Kondisi bangunannya pun masih di bilang kurang terawat, dan anak-anak yatim piatu disana masih banyak sekali yang masih di bawah umur, yang notabene perlu bimbingan psikologis, salah satunya dengan memberi keceriaan, perhatian dan bentuk-bentuk kesukacitaan lainnya.

Dalam kegiatan ini, Pengurus Komisariat merancang acara yang sengaja di buat sesederhana mungkin namun harus berkesan bagi adik-adik di Panti Asuhan Elida. Acara dimulai dengan kebaktian PA dengan pembicara andalan para PK yaitu Kakanda Ana Girsang [Mantan Sekretaris Komisariat]. Sebelum Kakanda Ana memulai materi PA-nya, beliau memulai dengan mengajarkan du buah lagu baru buat anak-anak panti. Salah satunya adalah lagu dengan judul "Yesus Sahabatku". Banyak yang tak kuasa terharu mendengar alunan syairnya yang di nyanyikan adik-adik kita disana.

"Yesus Sahabatku... Kau mati bagiku....
Besarlah kasihMu... Sahabat dan Tuhanku....

Sampai ku besar nanti...
Sampai di surga nanti...
Ku 'kan ingat selalu...
Yesus sahabat dan Tuhanku...."

Lagu yang bila kita dengar dari adik-adik polos nan lugu akan mengharukan sekali. [Saluutt buat kak Ana yang berhasil membawakan makna berharga dalam lagu itu]. Setelah itu Senior kita tercinta ini kembali memberi kejutan yang membekas bagi semua yang ada di tempat itu. Beliau membagakan sebuah game alkitab. Beliau mengajarkan menghafal sebuah ayat alkitab dengan sebuah rentetan gerakan. Hal ini sangat menarik bagi adik-adik panti asuhan bahkan seluruh civitas GMKI Unika St.Thomas yang hadir pun sangat antusias melakukannya. Pasti sampai sekarang para civitas mengingat sebuah ayat tersebut, yang di ambil dari 1 Korintus 15: 3b-4. Tak lupa juga Kak Ana Girsang memberikan dua buah hadiah kepada seorang anak laki-laki dan perempuan dari panti yang berhasil memperaktekkan gerakan ayat alkitab tersebut.


Kegiatan PA bersama ini berakhir dengan menyenagkan dan adik-adik panti asuhan sangat tampak bersukacita dan antusias mengikutinya. Dan terbukti bahwa mereka sangat dididik secara Kristen di sana. Terbukti dari setiap ayat Alkitab yang akan dibacakan oleh pembicara telah lebih dahulu dihafal oleh adik-adik kita yang lucu ini.

Setelah PA bersama ini selesai, mereka dibagikan makanan seadanya yang telah disediakan Pengurus Komisariat. Sembari menikmati makanan kecilnya, adik-adik panti ada yang menyumbangkan lagunya, dan tarian yang sangat lucu. Spontan suasana pun menjadi sangat ramai dan meriah dengan turunnya seluruh civitas yang hadir ke tengah-tengah panggung. Alangkah leganya hati jika melihat masih ada sukacita Natal di tengah-tangah mereka seperti itu.

Sebagai acara penutup, seluruh Pengurus Komisariat berbagi kado Natal kepada adik-adik panti asuhan. Sambil bersalam-salaman, seluruh civitas pun ikut memberi motivasi kepada mereka adik-adik Panti Asuha Elida. Sekali lagi ada rasa terharu sekaligus bangga pada diri masing-masing civitas yang kali ini telah berhasil berbagi sukacita Natal pada mereka anak-anak Tuhan yang ada di Panti Asuhan Elida tersebut.





"Tuhan, biarlah sukacita itu bukan sukacita sesaat bagi mereka.... Engkaulah yang slalu menyertai jalan hidup mereka, ya Tuhan.... biarlah kesukacitaan itu slalu ada di stiap langkah mereka, di setiap hari-hari indah mereka, Tuhan... Amin..."




UT OMNES UNUM SINT
Tim RedWariat 2009